Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Sejarah dan Makna Yang Terkandung Di Dalamnya

- May 21, 2017
Kebangkitan Nasional Indonesia merupakan periode dimana saat memasuki paruh pertama abad ke-20 banyak rakyat Indonesia yang sudah mulai menumbuhkan rasa kesadaran nasional sebagai "orang Indonesia". Ini ditandai dengan dua peristiwa penting yang terjadi yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli.

Sejarah Peringatan Hari Kebangkitan Nasional

Sekarang setiap tanggal 20 Mei, bangsa kita kini memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), hari yang menjadi momentum perjuangan seluruh rakyat Indonesia yang ditandai dengan kelahiran organisasi Budi Oetomo pada tahun 1908. 


Kebangkitan Nasional merupakan bangkitnya semangat Nasionalisme, persatuan, kesatuan dan kesadaran sebagai sebuah bangsa untuk memajukan diri melalui gerakan organisasi yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan. Sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial yang menjadi cikal bakal gerakan yang bertujuan untuk mencapai kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Pada awal berdirinya organisasi Boedi Oetomo yang digagaskan pertama kali oleh Dr Wahidin Sudiro Husodo ini hanya bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial budaya. Organisasi ini mendirikan sejumlah sekolah yang bernama Boedi Oetomo yang bertujuan untuk berusaha memelihara serta memajukan kebudayaan Jawa. 

Anggota dari organisasi Boedi Oetomo sendiri terdiri dari kalangan atas suku Jawa dan Madura. Namun sejak tahun 1915 organisasi Boedi Oetomo mulai bergerak di bidang politik. Gerakan nasionalisme Boedi Oetomo yang berciri politik disebabkan oleh berlangsungnya Perang Dunia I. Peristiwa Perang Dunia I mendorong pemerintah kolonial Hindia-Belanda memberlakukan milisi bumiputera, yaitu wajib militer bagi warga pribumi.

Dalam perjuangannya di bidang politik, Boedi Oetomo memberi syarat untuk pemberlakuan wajib militer tersebut. Syarat tersebut adalah harus dibentuk terlebih dulu sebuah lembaga perwakilan rakyat (Volksraad). Usul Boedi Oetomo disetujui oleh Gubernur Jenderal Van Limburg Stirum sehingga terbentuk Volksraad pada tanggal 18 Mei 1918. 

Di dalam lembaga Volksraad terdapat perwakilan organisasi Boedi Oetomo, yaitu Suratmo Suryokusomo. Menyadari arti penting organisasi bagi rakyat, maka pada tahun 1920 Boedi Oetomo mulai menerima anggotanya dari masyarakat biasa. Dengan bergabungnya rakyat biasa ini, menjadikan Boedi Oetomo menjadi sebuah organisasi pergerakan rakyat.

Sejak tahun 1930, Boedi Oetomo membuka keanggotaannya untuk seluruh rakyat Indonesia. Dengan seiringnya waktu, dalam bidang politik Boedi Oetomo mempunyai cita-cita untuk membuat Indonesia merdeka. Dengan hal ini Boedi Oetomo berubah menjadi sebuah organisasi dengan tujuan nasionalisme untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia tersebut, pada 1935, Boedi Oetomo bergabung dengan Partai Bangsa Indonesia (PBI) yang didirikan oleh Dr. Sutomo. Kemudian dari dua organisasi ini melebur menjadi satu dalam partai Indonesia Raya (Parindra) yang diketuai oleh Dr. Sutomo.

Namun menurut beberapa sumber, kebangkitan nasional sebenarnya berawal dari berdirinya Sarekat Dagang Islam pada tahun 1905 di Pasar Laweyan, Solo. Sarekat ini awalnya berdiri untuk menandingi dominasi pedagang Cina pada waktu itu. Kemudian berkembang menjadi organisasi pergerakan sehingga pada 1906 berubah nama menjadi Sarekat Islam.

Jadi untuk memperingatinya, sekarang setiap tanggal berdirinya Boedi Oetomo yakni 20 Mei 1908, di peringati sebagai hari Kebangkitan Nasional.

Makna Kebangkitan Nasional

Terbentuknya negara Indonesia ini tentu dilatar belakangi oleh perjuangan seluruh bangsa, yang bangkit atas rasa nasionalisme. Karena dalam sejarah Indonesia, kebangkitan nasional merupakan salah satu tahap yang krusial dalam pembentukan negara bangsa Indonesia.

Kebangkitan nasional tersebut ditandai dengan momentum pergerakan nasional, yang merupakan momentum perubahan dari perjuangan yang tidak terorganisir menjadi terorganisir, dari perjuangan yang tidak terencana menjadi terencana, dari perjuangan yang sifatnya ke daerahan menjadi perjuangan yang sifatnya nasional, dari bangsa yang tidak ber parlemen menjadi bangsa yang berparlemen.

kehormatan awal inilah yang menjadi suatu gerakan nasional yang bertujuan untuk mewujudkan suatu bangsa yang memiliki kehormatan akan kemerdekaan dan kekuatanya sendiri. Akumulasi dari berbagai makna perubahan inilah dilakukan untuk mencapai Indonesia bankit.

Oleh sebab itu Kebangkitan Nasional merupakan tonggak sejarah bangsa Indonesia yang harus dipelajari, dipahami, yang kedepannya harus bisa dijadikan inspirasi dalam membangun bangsa untuk mewujudkan cita-cita hidup berbangsa. Rasa nasionalisme tersebut mendorong bangsa ini tetap eksis, mandiri,  dan berkembang sejajar dengan martabat bangsa-bangsa lain yang sudah maju lebih dulu maupun yang sedang berkembang untuk mencapai kemajuan.

Nasionalisme seringkali diharapkan sebagai energi yang dapat membangkitkan suatu bangsa, masyarakat dan negara agar negara tersebut dapat mengetahui potensi kekuatan nasionalnya untuk dikembangkan menuju cita-cita yang diharapkan yaitu masyarakat yang aman, damai, adil, makmur dan sentosa.

Satu abad lebih sudah bangsa Indoensia sudah dalam kebangkitan, Sebuah usia yang tak lagi muda dan perjalanan panjang bangsa Indonesia untuk terus menjadi sebuah negera yang benar- benar merdeka baik secara moral dan spiritual. Kebangkitan nasional yang diperingati dengan berbagai ritual ini bukan hanya sebuah ritual kosong tanpa arti. Karena, dalam setiap peringatan tentunya mengandung nilai-nilai afektif dan edukatif yang dapat dijadikan teladan untuk generasi masa kini dan yang akan datang.

Kebangkitan nasional dimaknai dengan menghidupkan kembali semangat nasionalisme. Problematik Indonesia sebagai sebuah bangsa modern pada dasarnya tidak bisa dipisahkan dari sejarah panjang identitas nasional yang dilakukan oleh para elit masa pergerakan nasional.

Makna kebangkitan nasional sendiri sebenarnya lebih pada perekatan persatuan dan kesatuan di antara masyarakat Indonesia. Semangat akan persatuan dan kesatuan diwujudkan dengan ikrar Sumpah Pemuda yang dilakukan oleh para pemuda Indonesia pada waktu itu untuk berjuang bersama mencapai suatu kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.

Peringatan kebangkitan nasional ini menjadi titik awal dalam membangun kesadaran untuk bergerak mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia. Semangat Kebangkitan Nasional dalam jati diri setiap warga negara Indonesia ini bertujuan agar dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari ancaman negara lain serta memperbaiki kehidupan bangsa yang lebih baik ke depannya.

Namun Realitas saat ini kita lihat semakin merosotnya semangat kebangkitan nasional terutama di kalangan generasi muda. Indonesia tidak akan bisa bangkit dari keterpurukan, jika generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa sudah kehilangan jati diri. Oleh karena itu, agar bangsa Indonesia tetap bangkit dalam menghadapi globalisasi, maka generasi muda harus tetap meletakkan jati diri dan identitas nasional yang merupakan kepribadian bangsa Indonesia sebagai dasar pengembangan kreativitas budaya globalisasi.

Bangsa Indonesia terbentuk melalui suatu proses sejarah yang cukup panjang. Berdasarkan kenyataan objektif tersebut, maka untuk memahami jati diri bangsa Indonesia serta identitas nasional Indonesia tidak dapat dilepaskan dengan akar-akar budaya yang mendasari identitas nasional terumuskan dalam filsafat Pancasila.

Karena dasar filsafat suatu bangsa dan negara berakar pada pandangan hidup yang bersumber kepada kepribadiannya sendiri. Maka dapat pula dikatakan bahwa Pancasila sebagai dasar filsafat bangsa dan Negara Indonesia pada hakikatnya bersumber kepada nilai-nilai budaya dan keagamaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sebagai kepribadian bangsa.

Saat ini perkembangan begitu pesat dalam segala bidang dan ini merupakan suatu hal yang tidak bisa kita hidari, karena ini bagian dari kemajuan era globalisasi. Jika bangsa ini tidak memproteksi diri dengan nilai-nilai yang bermartabat, maka kemajuan ini akan menjadikan bangsa ini menjadi rentan akan budaya-budaya asing yang dapat mengikis rasa kebangsaan, terutama bagi generasi muda bangsa. 

Budaya lokal yang diharapkan bisa menjadi benteng terakhir saat ini juga sudah mulai terkikis dan tergantikan dengan budaya dari luar. oleh karena itu diperlukannya rasa kebangsaan yang tinggi agar Bhineka Tunggal Ika tidak hanya sekedar semboyan belaka, tetapi benar-benar harus bisa menjadi pedoman untuk perilaku bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Sumber: "Dikutip dari berbagai sumber"

Silahkan komentar sesuai dengan topik, Maaf komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search